Sebab Umum Terjadinya Perang Dunia II

677

euforian.com – Perang Dunia II merupakan salah satu kejadian terbesar dalam sejarah yang berlangsung pada tahun 1939 hingga 1945. Perang yang memiliki jangkauan terluas serta akibat yang mengerikan ini melibatkan sejumlah besar negara yang kemudian membentuk dua aliansi yang saling bertentangan, yakni aliansi sekutu dan poros. Ada beberapa penyebab umum terjadinya Perang Dunia II di antaranya adalah:

Munculnya Negara-Negara Fasis  

Fasisme merupakan sebuah paham yang menuntut perwujudan pemerintahan secara otoriter. Fasisme menginginkan seluruh warga dan lapisan masyarakat sebuah negara untuk mengutamakan kepentingan negara dan siapa saja yang mengkritik kinerja pemerintah akan diadili. Tidak diragukan lagi, munculnya paham fasisme di wilayah Eropa ini telah membuat stabilitas negara-negara di kawasan Eropa, bahkan dunia, semakin goyah akibat kebijakan luar negeri yang diterapkan oleh negara-negara fasis yang dinilai agresif. Negara-negara yang menerapkan paham ini di antaranya adalah:

Italia

Pemerintahan Fasis di Italia dipimpin oleh Benito Mussolini. Awalnya, Mussolini merupakan seorang editor surat kabar Sosialis, Avanti, yang juga seorang anggota Partai Sosialis. Karir politik Mussolini kemudian semakin berkembang seiring dengan berdirinya Partai Fasis Nasional yang dipimpinnya sendiri. Melalui paham Fasisme tersebut, Mussolini berambisi untuk membangkitkan kembali kejayaan kerajaan Romawi di masa lalu dengan menguasai daerah-daerah yang dahulu menjadi bagian dari kerajaan Romawi untuk menegaskan kekuatan bangsanya. Selain itu, untuk memperkuat pertahanan negaranya, Mussolini juga menjalin kerja sama dengan angkatan militer Jerman.

Jerman

Kepemimpinan Fasis di Jerman dipimpin oleh Adolf Hitler, yang juga merupakan pendiri National Sozialistische Deuitsche Arbeiter Partei, atau lebih dikenal dengan sebutan Partai Nazi. Hitler memiliki kepercayaan bahwa ras bangsa Jerman merupakan ras paling unggul dan telah ditakdirkan untuk memimpin dunia. Demi memertahankan kekuasaan dan mewujudkan ambisinya untuk memimpin dunia, Hitler membentuk angkatan perang dan tentara pribadi yang diberi nama Schutz Staffein (SS).

Baca Juga  Kondisi dan Kedudukan Indonesia pada Masa Perang Dunia II

Jepang

Jepang mulai menunjukkan kejayaannya sebagai salah satu negara industri maju di dunia saat dipimpin oleh Kaisar Hirohito pada masa Restorasi Meiji. Paham Fasisme di Jepang dipelopori oleh Perdana Menteri Tanaka. Dalam rangka memperkuat kedudukannya, pemerintahan Fasis jepang memberlakukan kebijakan seperti: mengampanyekan semangat Bushido (berani mati), melakukan ekspansi wilayah ke Korea, Manchuria, dan Tiongkok, serta menjadikan ajaran Shinto sebagai aliran kepercayaan nasional.

Kegagalan Liga Bangsa-Bangsa (LBB) dalam Menjalankan Tugasnya

Liga Bangsa-Bangsa yang menjadi cikal bakal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) turut andil dalam menyebabkan meletusnya Perang Dunia II. LBB tidak mampu menjalankan tugasnya untuk memelihara perdamaian dunia sebab tidak lagi menjadi alat untuk mencapai tujuan perdamaian dunia, melainkan hanya bertindak sebagai alat untuk mewujudkan ambisi negara-negara adidaya. Sebagai contohnya, LBB tidak bertindak apapun ketika Italia menyerang Ethiopia pada tahun 1953. Gagalnya LBB dalam menjalankan tugasnya tersebut membuatnya kehilangan wibawa dan kepercayaan di mata dunia internasional.

Munculnya Politik Aliansi  

Negara-negara yang terlibat dalam Perang Dunia II terbagi ke dalam dua aliansi utama, yakni aliansi Poros dan Sekutu. Aliansi Poros terdiri dari tiga negara penganut paham Fasis: Jerman, Italia, dan Jepang. Negara-negara yang tergabung dalam aliansi Poros memiliki ambisi untuk memperluas wilayah kekuasaan dan merombak tatanan kehidupan internasional pasca Perang Dunia I. Sementara, aliansi Sekutu terdiri dari dua blok, yakni blok demokrasi dan komunis. Blok Demokrasi terdiri dari Amerika Serikat, Inggris Raya, Perancis, dan Belanda, sedangkan blok Komunis beranggotakan negara-negara seperti Uni Soviet, Polandia, Hungaria, Bulgaria, Yugoslavia, Cekoslovakia, dan Rumania. 

Negara-negara Maju Saling Unjuk Kekuatan Senjata

Meletusnya Perang Dunia II turut dipicu oleh perlombaan kekuataan senjata dan angkatan militer yang dimiliki negara-negara maju. Akibat kegagalan LBB yang tidak mampu memelihara perdamaian dunia, negara-negara yang menganut ideologi fasis, komunis, dan liberal semakin leluasa untuk bersaing memperebutkan kekuasaan di dunia. Persaingan dalam menguasai kendali atas kepemimpinan dunia kemudian memancing negara-negara yang berselisih berlomba-lomba memperkuat pertahanannya dengan membentuk armada angkatan udara dan laut. Inggris membentuk armada Royal Air Force, Jerman dengan kapal tempur Bismarck-nya, serta Jepang yang menciptakan kapal laut tempur yang diberi nama Mushashi dan Yamato.

Baca Juga  7 Desember 1944: Penyerbuan Pearl Harbour

Konflik Ekspansi

Perebutan wilayah kekuasaan juga semakin memperparah keadaan politik dunia. Negara-negara fasis mengumumkan kebijakan ekspansinya yang mengundang reaksi dari negara liberal seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis. Jerman mengumumkan politik ekspansinya yang diberi nama Lebensraum, yang bertujuan untuk memberikan ‘ruang hidup’ bagi rakyat Jerman yang didirikan di wilayah Eropa Timur. Demi mewujudkan ruang hidup tersebut, pemerintah Nazi memusnahkan para penduduk bangsa Slavia dan Polandia yang dianggap inferior. Politik ekspansi juga diberlakukan oleh pemerintah Fasis Italia melalui sebuah agenda bernama Italia Irredenta yang berusaha menyatukan wilayah teritori Laut Tengah dan Abyssinia. Sementara, Jepang mengumumkan politik ekspansi bernama Kawasan Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya dengan menyatukan negara-negara di kawasan Asia di bawah pimpinan Jepang dan bersih dari pengaruh negara-negara barat.

Adanya Politik Balas Dendam Jerman  

Luka lama akibat ‘penghinaan’ yang dirasakan Jerman pasca diberlakukannya Perjanjian Versailles yang mengakhiri Perang Dunia I juga menjadi latar belakang umum munculnya Perang Dunia II. Perjanjian Versailles sendiri pada dasarnya berisikan pernyataan bahwa Jerman bertanggung jawab penuh sebagai penyebab Perang Dunia I. Perjanjian tersebut pun menurunkan wibawa Jerman di mata internasional serta rasa malu yang mendalam bagi rakyat Jerman.

Perang Dunia II juga disebabkan oleh tragedi penyerangan yang terjadi di kawasan Eropa dan Asia Pasifik, yang juga menjadi penyebab khusus terjadinya Perang Dunia II. Tragedi tersebut merupakan buntut dari diberlakukannya politik ekspansi oleh negara-negara fasis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here