7 Tradisi Suku Jawa Yang Masih Lestari Hingga Saat Ini

55

euforian.com – Suku Jawa merupakan salah satu jenis suku yang paling kental di Indonesia. Ada banyak sekali jenis suku di Negara kita dimana masing-masing suku memiliki tradisi sendiri-sendiri. Suku Jawa memiliki tradisi dengan ciri khas tersendiri bila dibandingkan dengan jenis suku yang lainnya. Adat istiadat masyarakat jawa ini hingga sekarang masih terus digunakan dalam melakukan kegiatan sehari-hari mereka.

Suku Jawa kerap dipercaya menjadi suatu hal yang nyata sesuai dengan kehidupan manusia. Salah satunya adalah proses hidup manusia dari lahir hingga mati telah digambarkan dalam suku Jawa ini. Kira-kira apa saja tradisi yang ada pada suku Jawa ini? Berikut ini adalah beberapa tradisi suku Jawa yang perlu kalian ketahui.

Mitoni

Tradisi yang pertama ini sampai sekarang masih terus dilakukan oleh masyarakat Jawa, khususnya ditujukan untuk wanita yang sedang mengandung di usia 7 bulan. Tradisi ini biasanya dilakukan agar kandungan yang ada pada bayi lahir dengan selamat dan tumbuh menjadi anak yang baik. Ritual ini biasanya dilakukan dengan cara penyiraman air dengan kembang setaman.

Acara ini melibatkan banyak orang, dimana mereka nantinya akan menikmati hidangan yang sudah disediakan oleh pihak yang sedang mengandung. Setelah itu, wanita yang sedang mengandung tersebut nantinya akan diberi do’a oleh sesepuh supaya melahirkan bayi dalam keadaan selamat.

Ruwatan

Tradisi suku Jawa yang selanjutnya ialah Ruwatan, tradisi ini berasal dari Jawa Timur, dimana tradisi ini ditujukan untuk mengutarakan rasa syukur atas melimpahnya air yang ada. Dalam melakukan tradisi ini, nantinya ada warga yang membawa air dari 33 mata air yang ada di sekitar gunung Penanggungan. Semua air tersebut nantinya dimasukan ke dalam kendi.

Baca Juga  7 Tradisi Suku Bugis Yang Jadi Ciri Khas Tersendiri

Air yang sudah dimasukan di dalam kendi tersebut dipercaya dapat menyembuhkan segala jenis penyakit dan bisa membuat kalian lebih awet muda. Atas limpahan air yang ada, masyarakat setempat nantinya akan melakukan sembahyang di sekitar tempat ritual tersebut.

Sekaten

Tradisi yang ada pada suku Jawa selanjutnya ialah Sekaten. Tradisi yang satu ini merupakan salah satu jenis upacara adat, dimana tradisi tersebut ditujukan sebagai rasa syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW. Biasanya acara ini digelar dalam waktu 7 hari 7 malam.

Tradisi ini masih kental dan sering dilakukan di daerah Solo dan Yogyakarta. Acara ini akan bertambah meriah bilamana ada gamelan yang mengiringinya. Biasanya ada dua jenis gamelan yang ikut memeriahkan acara ini yaitu gamelan Kyai Gunturmadu dan gamelan Guntursari.

Kenduren

Kenduren merupakan salah satu jenis upacara adat yang sangat kental dalam tradisi suku Jawa. Namun orang Jawa sering menyebut acara ini sebagai acara slametan, dimana slametan ini ditujukan untuk memanjatkan do’a kepada Yang Maha Kuasa supaya diberikan hal-hal yang baik pada acara slametan yang dilakukan. Sampai saat ini, tradisi yang satu ini pun masih terus dilakukan.

Grebeg

Grebeg juga merupakan salah satu tradisi suku Jawa yang sangat kental. Tradisi yang satu ini seringkali dilakukan di daerah Yogyakarta dan juga Solo. Grebeg memiliki istilah lain yaitu muludan, dimana acara ini seringkali dilakukan pada bulan mulud. Tujuan dari tradisi Grebeg ini ditujukan kepada Tuhan Yang Maha Esa guna mengucapkan rasa syukur atas limpahan rahmat dan karunia Nya kepada kita semua.

Larung Sesaji

Suku Jawa seringkali melakukan tradisi Larung Sesaji di pesisir laut selatan dan utara
Jawa. Hal ini dilakukan untuk mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan atas karunia
yang telah diberikan kepada para nelayan. Sehingga, mereka dapat mencari sumber
penghasilan melalui penangkapan ikan di laut pantai selatan dan utara Jawa.

Baca Juga  7 Tradisi Suku Bali Yang Tak Tergerus Perkembangan Zaman

Selain itu, rasa syukur dilakukan supaya para nelayan diberikan keselamatan ketika
pergi melaut. Untuk melakukan tradisi ini, masyarakat nantinya akan
menghanyutkan beberapa bahan pangan atau hewan ke dalam laut. Biasanya,
upacara Larung Saji ini dilakukan pada tanggal 1 Muharam.

Upacara Kematian

Tradisi suku Jawa yang selanjutnya adalah upacara kematian. Tradisi yang satu ini dilakukan oleh masyarakat Jawa dimana orang-orang yang sudah meninggal masih diberikan do’a setelah meninggal dunia. Acara kematian ini biasanya dilakukan seminggu setelah meninggal dunia, 40 hari setelah meninggal dunia, dan 1000 hari setelah meninggal dunia.

Upacara kematian ini kerap dilakukan untuk memanjatkan do’a kepada Tuhan Yang Maha Esa kepada almarhum supaya ditempatkan disisiNya. Biasanya keluarga yang ditinggalkan menyiapkan makanan seperti tumpeng untuk dinikmati semua orang yang sudah datang untuk mendo’akan almarhum. Upacara kematian sampai saat ini masih terus dijalankan.

Demikian beberapa informasi mengenai tradisi suku Jawa yang dapat saya sampaikan. Beberapa tradisi di atas bisa menjadi pembelajaran kalian semua bagi yang belum tahu. Semoga informasi tersebut bermanfaat untuk teman-teman semuanya, terima kasih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here